Pages

Tampilkan postingan dengan label kanker paru-paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker paru-paru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 April 2010

Skrining 14 jenis kanker dalam satu pemeriksaan

Saat ini kanker merupakan salah satu penyakit yang ditakuti di seluruh dunia. Bahkan menurutWorld Cancer Report, The International agency for Research on Cancer (IARC) 2009 diperkirakan pada tahun 2010 nanti kanker akan menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Untuk Indonesia sendiri berdasarkan hasil dari Riskesdas Depkes tahun 2007, kanker merupakan penyebab kematian ke-7 setelah penyakit stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal dan diabetes mellitus dengan prevalensi tumor mencapai 4,3 per 1000 orang penduduk.

Beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan kanker adalah merokok, obesitas, kurang mengkonsumsi sayur dan buah, kurangnya aktifitas fisik, konsumsi minuman beralkohol yang berlebih, polusi udara dan terkena penyakit infeksi menular seksual seperti HIV atau HPV. Selain itu masih ada lagi faktor lain yaitu riwayat keluarga atau genetika. Saat ini diketahui ada 100 jenis kanker yang menyerang manusia dengan 14 diantaranya merupakan kanker yang paling sering dijumpai, yaitu : kanker hati, paru, lambung, esophagus (kerongkongan), prostat, kolorektal (usus besar dan anus), payudara, ovarium, pancreas, rahim, testis, kandung kemih, tiroid dan endometrium.

Pencegahan merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghindari terkena penyakit kanker, walaupun tidak semua jenis kanker dapat dicegah namun kematian akibat kanker dapat dihindari dengan cara deteksi dini kanker dan pengobatan yang tepat. Hal ini karena apabila kanker dapat diketahui pada stadium awal maka pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk penyembuhan penyakitnya, sedangkan apabila sudah pada stadium lanjut dan menyebar maka biasanya pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk memperpanjang usia hidup pasien.

Untungnya dengan perkembangan teknologi terbaru saat ini di bidang proteomic dan protein chip/microarray telah mendorong terciptanya Biomarker C-12 protein chips seperti yang dijelaskan oleh dr. Agus Kosasih, Sp.PK dan ibu Ampi Retnowardani selaku marketing communication manager dari Laboratorium Kinik Prodia pada acara konfrensi pers mengenai konsep baru dalam skrining kanker yang berlangsung di Prodia Tower tanggal 17 November kemarin. Biomarker C-12 protein chips sendiri merupakan analisa paralel dari 12 tipe penanda tumor yang berbeda yang dapat mendeteksi 14 macam kanker yang paling umum terjadi hanya dalam satu pemeriksaan saja. 12 macam penanda tumor yang diperiksa tersebut adalah CA 19-9, AFP, NSE, f-PSA, CEA, PSA, CA 242, CA 125, Ferritin, HGH, HCG dan CA 15-3.

Pemeriksaan Biomarker C-12 protein chip ini memiliki kelebihan dibandingkan pemeriksaan lain, yaitu :
  • Memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan penanda tumor tunggal.
  • Dalam satu pemeriksaan didapatkan 12 hasil penanda tumor.
  • Sampel darah yang diperlukan hanya 2 cc, sedangkan jika menggunakan pemeriksaan tunggal untuk 12 macam pemeriksaan tersebut + diperlukan 10 cc.
  • Biaya lebih efisien dibandingkan pemeriksaan 12 macam penanda tumor tunggal.
Untuk saat ini pemeriksaan yang dapat menskrining 14 jenis tumor tersebut telah dapat dilakukan di laboratorium klinik prodia dan tersedia discount sebesar 20 % bagi yang berminat untuk melakukan pemeriksaan tersebut, berlaku sampai dengan akhir November 2009.

Sumber : http://medicastore.com/berita/159/Skrining_14_Jenis_Kanker_dalam_Satu_Pemeriksaan.html

Rabu, 07 April 2010

Gen yang berkaitan dengan penyakit paru-paru mematikan teridentifikasi

Beberapa peneliti dari University of Texas telah menetapkan mutasi gen yang dikenal karena perannya dalam mempertahankan paru-paru terhadap serbuan patogen justru bertanggung jawab atas beberapa kasus warisan penyakit paru-paru mematikan yang mempengaruhi orang yang berusia lanjut.

Suatu mutasi mungkin juga berhubungan dengan kanker paru-paru, kata para peneliti tersebut di dalam American Journal of Human Genetics, terbitan Januari 2009.

Itu adalah gen ketiga yang telah dihubungkan dengan idiopathic pulmonary fibrosis, atau IPF. Di Amerika Serikat, sebanyak 200.000 pasien terserang IPF, dan sebanyak 40.000 pasien meninggal akibat penyakit itu setiap tahun, kata Pulmonary Fibrosis Foundation.

IPF, yang juga dikenal sebagai cryptogenic fibrosing alveolitis, adalah penyakit paru-paru interstitial progresif yang kronis dengan sebab yang tak diketahui.

IPF juga adalah salah satu dari dua penyakit paru-paru interstitial, yang lain adalah sarcoidosis.

Penyakit itu secara khusus menyerang orang yang berusia 50-an tahun dan lebih tua lagi, dan mengakibatkan luka parah di paru-paru. Kematian biasanya terjadi dalam waktu tiga tahun setelah pasien didiagnosis menderita penyakit tersebut.

"Kita tidak mempunyai obat untuk mengobati penyakit ini," kata Christine Garcia, penulis senior studi itu.

"Jika seorang pasien lebih muda dari 65 tahun, pencangkokan paru-paru adalah satu pilihan, tapi kebanyakan orang yang terserang IPF berusia lebih tua dari itu," katanya.

Sasaran akhir penelitian ini , kata Garcia, ialah menemukan atau mengembangkan obat yang dapat menghambat kemajuan kondisi paru-paru.

Sebanyak satu dari 50 pasien IPF memiliki satu bentuk warisan penyakit itu.

"Kami telah berusaha mengidentifikasi semua gen dan varian genetika yang mendasari bentuk umum penyakit ini," kata Garcia.

"Sekarang, kami mengetahui bahwa ada banyak gen yang terlibat," katanya .

Pada 2007, tim penelitian Garcia mendapati bahwa mutasi gen TERC atau TERT dapat mengakibatkan IPF. Dalam studi saat ini, mereka memusatkan perhatian pada keluarga yang tak memiliki mutasi TERC atau TERT.

Dengan memeriksa seluruh gen manusia, mereka menuju ke mutasi dalam satu gen yang disebut SETPA2. Protein yang dihasilkan oleh gen itu, surfactant protein A2, ditemukan di dalam cairan paru-paru dan membantu melindungi organ tersebut dan patogen yang menyerang.

Banyak orang di dalam banyak keluarga yang membawa mutasi itu tak hanya memiliki IPF tapi juga kanker paru-paru. Sudah diketahui banyak pihak bahwa orang yang memiliki IPF juga menghadapi resiko lebih besar untuk terserang kanker paru-paru, dan Garcia menduga bahwa mutasi pada gen SETPA2 berkaitan dengan IPF dan kanker paru-paru.

Sumber : http://www.kapanlagi.com/a/gen-berkaitan-dengan-penyakit-paru-paru-mematikan-diidentifikasi.html